Tuesday, 20 September 2011

kaleng susu krisis


 Kaleng Susu krisis
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia beberapa tahun lalu ternyata melanda perekonomian keluarga kami juga. Aku bukan pengamat ekonomi yang peduli dengan itu semua. Tapi ketika suatu tragedi  akan berpengaruh pada pertumbuhan badanku, mau tak mau aku harus peduli demi kelangsungan hidupku selanjutnya. Keluarga kami memang keluarga sederhana yang harus memperhatikan pengeluaran tiap bulan dan pengeluaran jajan anak-anak tentunya. Meskipun begitu ibuku selalu memperjuangkan kesehatan badan dan nutrisi makanan bagi anak-anaknya. Dan akupun sangat bangga dengan perjuangan ibuku tersebut. Setiap hari ibu mewajibkan kami untuk minum susu dua kali sehari yaitu pagi sebelum berangkat sekolah dan malam sebelum tidur. Dan wujud kebanggaanku terhadap ibuku, akupun menjadi pecandu susu yang mungkin sudah tingkat tinggi. Aku suka banget minum susu dan aku yakin susu itulah yang bikin aku tumbuh dengan sehat dan pintar suatu saat nanti. Setidaknya itulah harapan ibuku kepadaku ketika aku minum susu.
Suatu hari ibuku dapat telphon dari nenekku untuk segera datang karena kakek sedang sakit di rumahsakit. Dengan sekejap ayah dan ibuku pun meluncur untuk menjenguk kakekku. Berhubung aku dan adekku ada ujian jadi kami tinggal di rumah. Dan hal terburuk yang terjadi adalah tinggal di rumah sendiri dengan adekku yang masih kelas 3 SD. Satu hal yang aku ingat dari pesan ibuku “jangan lupa minum susu”. Entah apalagi pesan-pesan mereka tapi yang aku sunnguh ingat hanyalah itu berhubung umurku baru 12 tahun dan volume otakku tidak cukup menyimpan banyak pesan karena aku bukanlah termasuk anak cerdas. Cukup menjadi anak pintar bagi ibuku, menurutku sudah cukup.
Suatu pagi setelah mereka pergi aku mendapati lemari tempat susu-susu biasa tersimpan terbuka. Aku melihat ada 2 kaleng susu tersisa dan yang satu sudah hampir tak tersisa. Hal inilah yang membuat aku peduli ma krisis ekonomi Indonesia. Aku yakin Gara-gara itulah cadangan susu kami di lemari berkurang. Karena sebelum krisis ekonomi melanda perekonomian keluarga kami, setidaknya ada 5 kaleng cadangan susu di lemari kami. Dan moment ayah ibuku pergi ke rumah nenek  bisa jadi saat-saat paling menyenangkan karna aku bisa minum susu sepuasnya bahkan tiap jam kalau perlu. Tapi kalau yang tersisa di lemari hanya dua kaleng dan yang satu hampir habis, aku juga harus memanfaatkannya dengan baik. Sebagai pecandu susu yang peduli dengan krisis ekonomi akhirnya aku memutuskan untuk minum susu dari kaleng yang hampir habis karna menurutku akan mubadzir kalau di buang. Aku ambillah pembuka kaleng untuk sedikit melebari mulut kaleng yang sudah berlubang sebelumnya supaya mudah memasukkan air. Kemudian ku masukkan sedikit air dan gula kemudian ku kocok-kocok lalu ku minum. Aku berfikir bahwa ibuku akan bangga denganku karna aku anak yang suka berhemat dengan cara seperti ini. Aku teguklah susu adonanku dari kaleng itu ke tenggorokkanku. Di tegukkan terakhir ada yang berbeda, akupun menahan tegukkan susu itu di mulutku. Rasanya ada benda asing di dalam mulutku. Karena merasa aneh akupun mengeluarkan benda tersebut. Ternyata seekor anak cicak telah mendahuluiku mencicipi  susu di kaleng itu.

                                                                                                  ….Created by enggar's imagine...

No comments:

Post a Comment