Sunday, 16 October 2011

satu jam saja...


Malamku….
Ku tarik nafasku dalam-dalam, lalu kulepaskan  hingga menggetarkan selimut yang menutup mukaku. Ku meringkuk dingin dalam kesunyian malam. Gelap menyeruak disetiap sudut dan keheningan datang menghantuiku. Sinar bulan pun enggan menemaniku, seakan telah muak dengan semua kisah malamku. Mendung gelap menggantikannya, mencoba merayuku  dengan kilat indahnya.
Ku pejamkan mataku enggan menerima rayuan itu, tapi gundahku seakan memaksaku terjaga. Sesekali ku arahkan mataku  ke jam dinding yang berdetak teratur seirama dengan detak jantungku.
Pukul 01.00 WIB, menandakan lewat tengah malam. Ku coba memejamkan mataku sekali lagi, tapi bayangannya datang membuyarkan usaha tidurku. Gerimispun datang seolah ingin menghiburku. Namun bayangan itu belum lenyap. Ku akui Ku merindukannya, rindu akan nafasnya, rindu akan tawa, rindu akan suaranya. Tapi jarak memisahkan kami, seakan tak merestui hubungan ini. Ku hembuskan nafasku mencoba mencuri lega di dada. Terkadang aku lelah, lelah akan sepi tanpa dirimu.
Ku benamkan tubuhku dalam-dalam, berharap sang selimut  mau berbagi hangat miliknya. Kilat-kilat masih sibuk bermain di luar sana. Terdengar tetesan air beradu ke tanah memecahkan keheningan. Andai malam ini berhasil ku lawan dan berhasil ku pejamkan mataku, hanya satu pinta dalam doA tidurku. Satu jam saja denganmu meski dalam mimpi...

No comments:

Post a Comment